Kenapa Membuat Aplikasi Tidak Murah? Berikut ini Alasannya.

Badr Interactive
- 07 Januari 2020


Ketika kita ingin membuat sebuah aplikasi, pernahkah kita mendengar atau mengucapkan kalimat ini,

"Kok mahal banget ya? Ini kan cuma aplikasi biasa"

Tentu kalimat itu atau semacamnya sering kita ucapkan ketika kita membaca proposal pembuatan aplikasi dari sebuah perusahaan teknologi (software house). Hal ini tentu saja lumrah, semua dikarenakan faktor pemahaman tentang proses pengembangan aplikasi yang belum sepenuhnya kita mengerti. Atau di luar sana banyak perusahaan yang menjual jasa pembuatan aplikasi dengan murah namun asal-asalan.

Pertanyaan semacam itu juga pernah dijawab oleh Gregory Raiz pendiri Raizlabs, sebuah perusahaan konsultan teknologi di Boston, dia mengatakan "The easiest explanation is that apps are cheap, it's the engineering and design talent that's expensive". 

Melihat banyaknya orang yang belum mengerti kenapa pembuatan aplikasi di software house dikatakan tidak murah, berikut penulis jabarkan beberapa alasannya:

1. You're not only buying the apps, but also the experience and learning proccess


Pembuatan aplikasi tidak hanya tentang aplikasi yang tampak dari sisi user. Kita juga memerlukan website backend administrator untuk mengelola transaksi, berikut pula konfigurasi server dan database. Belum lagi jika aplikasi disusun dengan arsitektur frontend - backend seperti aplikasi mobile, dibutuhkan API (Application Programming Interface) untuk komunikasi antara aplikasi mobile dengan database

Melanjutkan apa yang telah dikatakan oleh Gregory Raiz di atas, biaya pembuatan aplikasi yang tidak murah dapat diterima, karena selain deliverable aplikasi yang kita terima, kita juga sebetulnya tidak hanya sedang membeli sebuah aplikasi namu juga "membeli pengalaman dan proses pembelajaran" para developer yang merupakan expert di bidangnya. Perlu dipahami, semakin mudah user menggunakan aplikasi/web tersebut maka semakin sulit pembuatannya dan semakin tinggi kualitasnya. Ada unsur user experience dalam pembuatan desain. 


2. You hire a compact structure of software house to deliver the best software



Pada saat kita sebagai klien meminta sebuah software house untuk mengembangkan aplikasi yang kita butuhkan, sebenarnya kita telah merekrut sebuah tim yang lengkap dengan expertise masing - masing. Mereka adalah para profesional yang berpengalaman untuk menciptakan sebuah aplikasi terbaik yang kita inginkan. Bukan tim freelance yang saling rangkap tugas, menjadikan project kita sebagai project sampingan.


Contohnya saja dalam pembuatan aplikasi tentu kita membutuhkan Programmer untuk mengerjakan programming system, kemudian ada UI/UX Designer yang bertugas mendesain tampilan - tampilan yang bagus dan user friendly. Lalu ada Software Tester yang akan memastikan setiap fitur aplikasi sudah berjalan sesuai dengan fungsinya. Dan tentu ada peran Project Manager yang rutin melakukan komunikasi, controlling, dan memastikan pembuatan aplikasi berjalan sesuai dengan timeline yang diharapkan.

3. Not having an app is even more expensive!



Tidak memiliki aplikasi bahkan akan lebih mahal!
Jika untuk mengetahui produk kita, pelanggan harus mengetikkan alamat situs web kita di mobile browser mereka, sementara kompetitor kita memiliki akses instan untuk mendapat perhatian orang - orang dengan push notification, ikon aplikasi di layar beranda smartphone mereka dan mungkin fungsi order yang hanya tinggal sekali klik dari aplikasi, tentu kita akan kehilangan banyak sekali peluang transaksi dari pelanggan.


Sekarang hampir semua perusahaan besar non-teknologi memiliki aplikasi mereka sendiri. Semakin banyak bisnis kecil dan menengah yang menyadari bahwa pengembangan aplikasi smartphone membuat mereka bisa lebih dekat dengan pelanggan, dan dimanfaatkan sebagai saluran pemasaran. Faktanya, 66% bisnis mengalami penurunan loyalitas pelanggan pada 2015 karena tidak memiliki aplikasi mobile


Dari penjelasan tiga poin di atas, kita bisa memahami kenapa pembuatan aplikasi itu tidak murah. Secara keseluruhan, biaya pembuatan aplikasi tidak murah karena pengetahuan tentang teknologi yang terus berkembang dan membutuhkan keterampilan teknik tingkat tinggi untuk membuatnya. Kita mengerti bahwa produk berkualitas tinggi tidak bisa murah. Walaupun masih ada opsi untuk menurunkan biaya pembuatan aplikasi dengan memulai hanya dengan satu platform (aplikasi web based dulu namun user friendly) atau membangun MVP (Minimum Viable Product) yang dapat dikembangkan secara bertahap dengan pendekatan agile development

---

Referensi:
https://stfalcon.com/en/blog/post/why-mobile-development-is-so-expensive
https://www.forbes.com/sites/theyec/2016/05/16/the-explanation-behind-the-high-costs-of-app-development/#79d984725d2a